Sabtu, 05 Mei 2012

Riwatay Hidup Napoleon Bonaparte









Napoleon bonaparte

5 Mei, 184 tahun yang lalu, seorang mantan Kaisar Perancis meninggal dunia di tempat pengasingannya, Santa Helena. Dia adalah Napoleon Bonaparte, nama yang begitu populer di seantero daratan Eropa pada awal abad ke-18. Sepak terjang Napoleon saat itu berhasil mengubah peta dan tatanan politik di negara-negara Eropa.Riwayat Hidup Napoleon
Pada mulanya, Napoleon yang dilahirkan pada 15 Agustus 1769 hanyalah seorang perwira biasa. Pada usia muda, ia masuk Akademi Militer Perancis. Karir militer Napoleon semakin meningkat pasca Revolusi Perancis tahun 1789. Pada usia 25 tahun, keberuntungan mulai menghinggapinya. Pada usia tersebut, Napoleon diangkat menjadi panglima perang kerajaan Perancis. Ia berhasil memimpin tentaranya memenangkan beberapa peperangan. Pada tahun 1802, rakyat Perancis memilihnya sebagai Konsul. Dua tahun kemudian, rakyat Perancis menobatkan Napoleon sebagai Kaisar Perancis. Napoleon sangat berambisi untuk memperluas wilayah kekuasaannya sehingga selama 11 tahun bertahta, nyaris tiada bulan tanpa perang. Ketika itu, hampir semua negara di Eropa menjadi jajahan ataupun sekutu Perancis. Pada tahun 1812, pasukan Perancis mengalami kekalahan besar dari Rusia. Semenjak itu kekuatan Perancis semakin melemah. Tidaklah mengherankan jika Perancis kembali kalah melawan pasukan gabungan Rusia, Inggris, dan Austria pada tahun 1814. Selepas kekalahan yang menyakitkan itu, Napoleon digulingkan dari kekuasaannya dan dibuang ke pulau Elba. Namun Napoleon berhasil melarikan diri dari Pulau Elba dan kembali ke Perancis untuk merebut kekuasaan. Setelah 100 hari berkuasa, Napoleon kembali digulingkan setelah dikalahkan Inggris dalam perang di Waterloo. Ia pun ditawan Inggris dan dibuang ke pulau Santa. Helena.
Napoleon meninggal karena kanker lambung?
Setelah selama enam tahun menjalani hidup di tempat pengasingan, Napoleon akhirnya meninggal dunia. Awalnya, kematian Napoleon dianggap kematian yang wajar. Menurut hasil otopsi yang dipimpin oleh dokter Francesco Antommarchi, Napoleon meninggal karena penyakit gangguan sistem pencernaan yang dideritanya. Lambungnya mengalami kerusakan yang luar biasa. Penyakit penyebab kematiannya sama dengan penyakit yang diderita ayah Napoleon.
Racun arsenik penyebab kematian Napoleon
Namun, anggapan itu kemudian berubah ketika pada sekitar tahun 1960 sampel rambut Napoleon diketahui mengandung arsenik, suatu bahan kimia beracun. Semua itu berkat kerja keras Sten Forshufvud sejak tahun 1952. Sten Forshufvud adalah seorang dokter gigi yang menggagumi Napoleon. Ia tidak rela Napoleon meninggal dalam usia muda dan dalam keadaan yang menyedihkan. Menurut catatan Louis Marchand, pelayan Napoleon yang mencatat kondisi Napoleon selama di pengasingan, saat meninggal keadaan fisik Napoleon cukup menyedihkan, kakinya bengkak sehingga sukar berjalan. Tak hanya itu, Napoleon juga sering mengeluhkan sulit tidur, pusing-pusing, hilang nafsu makan, muntah-muntah, gatal-gatal, dan sakit dada. Keterangan Marchand diperkuat oleh keterangan orang-orang di sekeliling Napoleon saat di pengasingan, seperti Marquis Las Cases, Baron Gourgaud, dr. Barry O’Meara, dr. Francesco Antommarchi, Grand Marshall Bertrand, dr. John Stokoe dan dr. Henry Stkoe. Forshufvud menduga bahwa Napoleon meninggal akibat racun arsenik setelah ia mencocokkan kondisi Napoleon menjelang kematiannya dengan gejala keracunan arsenik. Gejala yang dialami Napoleon sama dengan gejala keracunan arsenik.
Forshufvud juga semakin yakin ketika mengetahui kondisi tubuh mayat Napoleon yang masih utuh ketika kuburannya dipindahkan dari Santa Helena ke Perancis. Tubuh Napoleon tidak rusak walaupun tidak menggunakan pengawet karena kandungan arsenik di dalam tubuh membuat tubuhnya awet. Memang, salah satu kegunaan arsenik adalah dapat mengawetkan mayat.

Suasana ketika peti mati Napoleon dibuka. Sungguh menakjubkan! Tubuh Napoleon tetap utuh walaupun telah terkubur lebih dari 10 tahun.
Menurut ilmu toksilogi yang pernah dipelajarinya, arsenik yang masuk ke dalam tubuh akan terakumulasi di rambut. Forshufvud kesulitan untuk membuktikan dugaannya. Ia tidak mengetahui cara mendeteksi adanya arsenik dalam rambut. Lagi pula ia tidak tahu bagaimana cara mendapatkan sampel rambut Napoleon karena Napoleon telah meninggal lebih dari 100 tahun.
Untunglah Forshufvud mendapat informasi mengenai adanya potongan rambut Napoleon dan cara membuktikan adanya arsenik di dalam rambut. Potongan rambut Napoleon disimpan oleh Louis Marchand di Museum Pribadi Marchand. Adapun informasi mengenai cara mendeteksi arsenik dalam rambut diperolehnya dari Dr. Hamilton Smith yang dipublikasikan dalam Journal Analytical Chemistry.
Smith menggunakan metode Analisis Aktivasi Neutron (Neutron Activation Analysis) untuk menganalisis arsenik dalam rambut. Kemudian, Forshufvud bekerja sama dengan Smith menganalisis kandungan arsenik dalam rambut Napoleon. Analisis tersebut dilakukan di Harwell Nuclear Research Laboratory of London. Rambut Napoleon sepanjang 13 cm dipotong-potong menjadi 5 mm. Kemudian, hasil analisisnya dibuat grafik.
Grafik tersebut menunjukkan kadar arsenik tertinggi dalam rambut Napoleon adalah 51.2 ppm. Adapun kadar paling rendah adalah 2.8 ppm. Jika dirata-ratakan, kadarnya sekitar 24.26 ppm. Pada saat itu, kadar normal arsenik dalam tubuh adalah 0.8 ppm. Jadi, jumlah arsenik dalam sampel rambut Napoleon sekitar 30 kali lipat kadar normal.

Kematiannya itu akhirnya menjadi sebuah misteri. Timbullah dugaan bahwa Napoleon meninggal akibat keracunan arsenik. Jika memang Napoleon meninggal karena keracunan, apakah keracunannya disengaja? Jika disengaja, siapakah yang melakukannya? Jika Napoleon tidak dibunuh, dari manakah sumber arsenik di dalam tubuhnya?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar